Tuesday, 1 November 2016

Untukmu imamku (Puisi)



Ketika hari berganti, aku mendapati seluruh waktuku begitu gulana tanpa cinta
Hidupku serasa berada di  lorong-lorong ketidakpastian
Cinta yang tidak pernah aku rasakan, yang belum pernah aku nikmati
Aku meraba hati, yang ternyata melompong
Resah ini, duka ini, sedih ini adalah setumpuk perasaan yang menanti kehadiranmu
Hadirmu yang merupakan oase untukku yang lara
Engkau yang aku tunggu, namun aku tak tahu keberadaanmu
Sehingga aku harus menunggumu dimana?
Ingin ku lontarkan beribu pertanyaan padamu
Berapa lama lagi aku harus menunggumu?
Siapa dirimu wahai kekasihku?
Sudikah engkau hadir, walau hanya dalam mimpiku?
Jika engkau merobek isi hatiku, betapa kau akan tercengang karenanya
Hati yang luka karena menantimu, hati yang nestapa karena tak pernah merasakan cinta
Aku tahu, aku hanya seorang perempuan yang amat biasa, yang mungkin memiliki lebih banyak kekurangan dibanding kelebihannya
Namun, satu hal yang perlu kau tahu, disini aku selalu mencintaimu dengan tulus, menantimu dengan setia, dan terus mendoakan yang terbaik untuk dirimu di tiap sholatku
Cintaku padamu yang tak berpenghabisan, akan terus tumbuh
Semakin subur dari hari ke hari
Laksana kalimat-kalimat suci
Di hati para salehin
Di hati para nabi
Wahai kekasihku, cepatlah hadir, jadikanlah aku bidadarimu di dunia dan di akhirat
Disini aku menantimu, ya hanya menanti dirimu


Tasikmalaya, 1 November 2016
by : Asih Purwanti

aku hanya ingin jatuh cinta sekali,
kan kubawa cinta itu sampai mati

1 komentar:

Write komentar