Oleh : Asih Purwanti
Velope adalah seorang peri yang periang dan suka
menolong, dia tinggal di desa Fairyland, tempat para Peri hidup. Tapi hari ini
Velope tidak seriang biasanya, dia terlihat sedih, teman-teman Velope yang lain
khawatir melihat keadaan Velope.
“Kamu
kenapa Velope? Apa kamu sedang ada masalah?” Tanya Emine, Peri Air khawatir.
“Jika
kamu ada masalah, bicarakan saja pada kami.” Hibur Tatasu, Peri Angin sambil
mengusap rambut pirang Velope halus.
“Iya,
iya ceritakan saja pada kami, jangan takut Velope!” Seru si kembar Makita dan
Maruta, si Peri Bunga dan Peri Hewan hampir bersamaan. Velope sangat terharu
melihat perhatian teman-teman sesama Perinya. Velope menghela nafas panjang,
sebelum akhirnya bercerita penyebab kesedihannya itu.
“Aku
sangat sedih, karena sampai saat ini aku belum menemukan keahlianku, apa
bakatku, akupun belum mengetahuinya sampai sekarang. Aku hanya Velope si Peri
tanpa bakat.” Curhat Velope sambil bertopang dagu. Keempat temannya ikut bersedih
mendengar cerita teman mereka yang biasanya periang itu.
“Setiap
orang memiliki bakat dan keahliannya masing-masing, suatu saat nanti kamu pasti
menemukannya, jadi bersabarlah dan teruslah berusaha” Hibur Emine. Velope
akhirnya tersenyum dan merangkul keempat temannya itu erat.
**
Suatu
hari, Velope sedang berjalan-jalan di dekat area hutan, dia bertemu dengan
Romeval, si Peri Buku yang sedang membaca buku tebal di dahan pohon angsana
yang sedikit kecil. Tiba-tiba “BRUK” terdengar salah satu pohon angsana lain roboh,
Romeval yang sedang asyik membaca buku di dahan pohon angsana kecil akan
tertimpa pohon angsana lain yang agak besar itu. Velope dengan jiwa penolongnya,
berhasil mendorong Romeval yang bertubuh agak besar itu ke arah yang berlawanan
dengan jatuhnya pohon angsana besar itu. Romeval akhirnya selamat. Untungnya
keduanya tidak terluka sedikitpun, Romeval yang masih kaget dengan peristiwa
itu langsung dibawa ke klinik Peri untuk di rawat.
Ratu
Peri Giorgia mengumpulkan para Peri di aula Peri, guna mengungkap siapa yang
dengan sengaja menebang pohon angsana yang hampir menyebabkan salah satu Peri
terluka. Sekaligus mengungkap siapa dalang dibalik rusaknya hutan Fairyland,
yang akhir-akhir ini pohon-pohon di sekitar hutan banyak yang gundul, sehingga
menyebabkan makhluk-makhluk hidup di sekitar hutan banyak yang mati.
Ratu Giorgia memberikan sayembara, barang siapa yang
berhasil menemukan pelaku penebang pohon, akan diangkat menjadi Kepala Keamanan
Peri. Velope mengajukan diri, untuk menangkap pelaku penebang pohon itu.
**
Di
suatu malam yang gerimis, Velope terbang rendah di sekitar hutan sambil membawa
senter kecil, dia bersembunyi di balik pohon beringin yang besar sambil
memperhatikan sekitar hutan. Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang Velope kenal
membawa gergaji mesin yang kedap suara. Itu Pilupi dan Switara, Kepala dan
Wakil Penasihat Fairyland!
“Ini
pohon yang sangat bagus, kita akan banyak mendapatkan emas. Ayo kita tebang,
sebelum fajar datang.” Seru Pilupi, si Kepala Penasihat Peri sambil
bersiap-siap menebang pohon dengan gergaji mesin dibantu Switara. Velope tidak
tinggal diam, dia langsung menemui Ratu Giorgia dan membawa Ratu beserta para
pengawal ke hutan.
Betapa
kaget dan pucatnya kedua peri itu setelah mengetahui Ratu Peri Giorgia datang.
Ratu sangat marah dan langsung menyuruh para pengawal untuk menangkap kedua
Peri jahat itu. Tanpa ampun Ratu Peri mencopot jabatan Kepala dan Wakil
Penasihat Fairyland di depan para Peri yang lain serta memasukkan Pilupi dan
Switara ke penjara bawah tanah.
Velope sangat senang karena telah
berhasil menumpas kejahatan di Fairyland. Ratu Peri memberikan nasihat kepada
penduduk Fairyland untuk tetap menjaga kelestarian hutan, apa jadinya jika
hutan kita gundul karena sering ditebang, akan terjadi banyak bencana dan semua
makhluk hidup yang tinggal di hutan akan mati kelaparan. Penduduk Fairyland
mengangguk setuju dan sama-sama akan menjaga hutan tercinta dari para penebang
liar.
Keesokkan
harinya, Ratu Peri Giorgia mengumpulkan kembali penduduk Fairyland di aula
Peri, Ratu akan mengumumkan Kepala dan Wakil Penasihat Fairyland yang baru,
jabatan tersebut jatuh kepada Romeval dan Emine, si Peri Buku dan Peri Air.
Kedua Peri tersebut dipilih atas pertimbangan Menteri-Menteri Peri yang lain,
karena kedua Peri tersebut terkenal sangat jujur, pintar dan tegas.
Sesuai
janji, Ratu Peri Giorgia melantik Velope menjadi Kepala Keamanan Fairyland
sekaligus menjadi Peri Hutan yang akan selalu melindungi hutan dari para
penebang liar yang jahat. Pelantikan tersebut berlangsung khidmat dan sumpah
jabatan Peri pun dibacakan. Velope berjanji akan mengemban tugasnya dengan baik
dan bertanggung jawab, begitupun dengan Romeval dan Emine.
***
Tasikmalaya, September 2015
NB : Dongeng ini terinspirasi dari kartun besutan Walt Disney, yang berjudul Thinkerbell.

