Monday, 3 October 2016

VELOPE, SI PERI HUTAN (Dongeng)


Oleh : Asih Purwanti


Velope adalah seorang peri yang periang dan suka menolong, dia tinggal di desa Fairyland, tempat para Peri hidup. Tapi hari ini Velope tidak seriang biasanya, dia terlihat sedih, teman-teman Velope yang lain khawatir melihat keadaan Velope.
          “Kamu kenapa Velope? Apa kamu sedang ada masalah?” Tanya Emine, Peri Air khawatir.
          “Jika kamu ada masalah, bicarakan saja pada kami.” Hibur Tatasu, Peri Angin sambil mengusap rambut pirang Velope halus.
          “Iya, iya ceritakan saja pada kami, jangan takut Velope!” Seru si kembar Makita dan Maruta, si Peri Bunga dan Peri Hewan hampir bersamaan. Velope sangat terharu melihat perhatian teman-teman sesama Perinya. Velope menghela nafas panjang, sebelum akhirnya bercerita penyebab kesedihannya itu.
          “Aku sangat sedih, karena sampai saat ini aku belum menemukan keahlianku, apa bakatku, akupun belum mengetahuinya sampai sekarang. Aku hanya Velope si Peri tanpa bakat.” Curhat Velope sambil bertopang dagu. Keempat temannya ikut bersedih mendengar cerita teman mereka yang biasanya periang itu.
          “Setiap orang memiliki bakat dan keahliannya masing-masing, suatu saat nanti kamu pasti menemukannya, jadi bersabarlah dan teruslah berusaha” Hibur Emine. Velope akhirnya tersenyum dan merangkul keempat temannya itu erat.
**
          Suatu hari, Velope sedang berjalan-jalan di dekat area hutan, dia bertemu dengan Romeval, si Peri Buku yang sedang membaca buku tebal di dahan pohon angsana yang sedikit kecil. Tiba-tiba “BRUK” terdengar salah satu pohon angsana lain roboh, Romeval yang sedang asyik membaca buku di dahan pohon angsana kecil akan tertimpa pohon angsana lain yang agak besar itu. Velope dengan jiwa penolongnya, berhasil mendorong Romeval yang bertubuh agak besar itu ke arah yang berlawanan dengan jatuhnya pohon angsana besar itu. Romeval akhirnya selamat. Untungnya keduanya tidak terluka sedikitpun, Romeval yang masih kaget dengan peristiwa itu langsung dibawa ke klinik Peri untuk di rawat.
          Ratu Peri Giorgia mengumpulkan para Peri di aula Peri, guna mengungkap siapa yang dengan sengaja menebang pohon angsana yang hampir menyebabkan salah satu Peri terluka. Sekaligus mengungkap siapa dalang dibalik rusaknya hutan Fairyland, yang akhir-akhir ini pohon-pohon di sekitar hutan banyak yang gundul, sehingga menyebabkan makhluk-makhluk hidup di sekitar hutan banyak yang mati.
Ratu Giorgia memberikan sayembara, barang siapa yang berhasil menemukan pelaku penebang pohon, akan diangkat menjadi Kepala Keamanan Peri. Velope mengajukan diri, untuk menangkap pelaku penebang pohon itu.
**
          Di suatu malam yang gerimis, Velope terbang rendah di sekitar hutan sambil membawa senter kecil, dia bersembunyi di balik pohon beringin yang besar sambil memperhatikan sekitar hutan. Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang Velope kenal membawa gergaji mesin yang kedap suara. Itu Pilupi dan Switara, Kepala dan Wakil Penasihat Fairyland!
          “Ini pohon yang sangat bagus, kita akan banyak mendapatkan emas. Ayo kita tebang, sebelum fajar datang.” Seru Pilupi, si Kepala Penasihat Peri sambil bersiap-siap menebang pohon dengan gergaji mesin dibantu Switara. Velope tidak tinggal diam, dia langsung menemui Ratu Giorgia dan membawa Ratu beserta para pengawal ke hutan.
            Betapa kaget dan pucatnya kedua peri itu setelah mengetahui Ratu Peri Giorgia datang. Ratu sangat marah dan langsung menyuruh para pengawal untuk menangkap kedua Peri jahat itu. Tanpa ampun Ratu Peri mencopot jabatan Kepala dan Wakil Penasihat Fairyland di depan para Peri yang lain serta memasukkan Pilupi dan Switara ke penjara bawah tanah.
          Velope sangat senang karena telah berhasil menumpas kejahatan di Fairyland. Ratu Peri memberikan nasihat kepada penduduk Fairyland untuk tetap menjaga kelestarian hutan, apa jadinya jika hutan kita gundul karena sering ditebang, akan terjadi banyak bencana dan semua makhluk hidup yang tinggal di hutan akan mati kelaparan. Penduduk Fairyland mengangguk setuju dan sama-sama akan menjaga hutan tercinta dari para penebang liar.
          Keesokkan harinya, Ratu Peri Giorgia mengumpulkan kembali penduduk Fairyland di aula Peri, Ratu akan mengumumkan Kepala dan Wakil Penasihat Fairyland yang baru, jabatan tersebut jatuh kepada Romeval dan Emine, si Peri Buku dan Peri Air. Kedua Peri tersebut dipilih atas pertimbangan Menteri-Menteri Peri yang lain, karena kedua Peri tersebut terkenal sangat jujur, pintar dan tegas.
          Sesuai janji, Ratu Peri Giorgia melantik Velope menjadi Kepala Keamanan Fairyland sekaligus menjadi Peri Hutan yang akan selalu melindungi hutan dari para penebang liar yang jahat. Pelantikan tersebut berlangsung khidmat dan sumpah jabatan Peri pun dibacakan. Velope berjanji akan mengemban tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab, begitupun dengan Romeval dan Emine.
***
Tasikmalaya, September  2015







NB : Dongeng ini terinspirasi dari kartun besutan Walt Disney, yang berjudul Thinkerbell.