"Jodoh itu seperti pagi hari, dia akan datang tepat pada waktunya". Kalimat penyemangat yang saya baca di laman Face book milik teman saya. Kalimat itu membuat saya berfikir bahwa suatu saat nanti saya akan bertemu dengan jodoh saya, jodoh yang saya nanti-nantikan, jodoh yang akan menerima pengabdian saya, jodoh yang akan menerima saya apa adanya dan jodoh yang akan bersama-sama mengarungi bahtera rumah tangga untuk mencapai kondisi yang sakinah mawaddah warrohmah.
Saya selalu berdoa kepada Yang Memiliki Kuasa Atas Dunia Ini, bahwa saya hanya ingin disukai oleh satu laki-laki, yaitu jodoh saya, saya hanya ingin dilamar oleh satu laki-laki saja yaitu jodoh saya. Saya juga tahu diri, jodoh saya mungkin adalah cerminan dari diri saya, maka saya nanti tidak akan kaget jika bertemu dengan jodoh saya, keadaan dan sifat-sifatnya menyerupai saya. Kelak, jika saya nanti dilamar oleh jodoh saya, saya tidak akan meminta mahar yang aneh-aneh dan mahal-mahal, cukup hanya dengan seperangkat alat sholat saja, saya sudah ikhlas. Karena dari salah satu hadis yang saya baca, nikahilah perempuan yang maharnya mudah. Karena inti dari suatu pernikahan menurut saya adalah tercapainya kondisi sakinah mawaddah warrohmah, pasti indah sekali menjalani kehidupan seperti itu. Saya sama sekali tidak suka banyak bicara, tidak suka ke salon (ke salon hanya setahun sekali, itupun untuk potong rambut saja), tidak suka pergi ke caffe dan tidak suka pergi ke Mall. Entahlah, saya lebih suka menghabiskan waktu di rumah, membaca buku atau menulis cerpen. Saya juga bukan tipikal orang yang suka menghambur-hamburkan uang, saya lebih terobsesi untuk menabung, menumpuk saldo di rekening. Saya ini perempuan yang culun sekali, kampungan, ketinggalan jaman, berwajah biasa-biasa saja dan pengangguran terselubung, tidak ada yang bisa dibanggakan dari perempuan seperti saya. Tapi ada satu hal yang membuat saya bertahan untuk menjadi manusia, sesuatu yang saya jaga mati-matian, Kesucian. Apa yang bisa saya banggakan dari diri saya selain kesucian? saya tidak berharta, tidak berupa, tapi saya memiliki harta yang saya jaga hingga kini. Maka dari itu saya memilih untuk tidak pacaran, saya memilih untuk tidak mendekati zina. Saya yakin, tanpa pacaran pun saya pasti mendapatkan jodoh yang tepat, jodoh yang saya impikan, jodoh yang akan menemaniku sampai mati dan hidup kembali nanti di akhirat. Karena sesuai Ayat Al-Quran yang saya baca, Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, begitupun sebaliknya.
Saat ini sambil menanti jodoh yang datang, saya ingin mewujudkan impian saya untuk menjadi penulis sambil terus memperbaiki diri.
So, mari kita sama-sama perbaiki diri!!!
Salam
-zieh