Monday, 18 July 2016

Persahabatan yang Bagaikan Kepompong

Bergaya ala The Virgin
Sejak aku SD sampai SMK, aku tidak memiliki banyak teman, karena pribadiku yang tertutup dan kebiasaanku mengurung diri di perpustakaan yang dianggap aneh oleh sebagian teman-teman sekolahku. Aku akan mendadak memiliki banyak teman, ketika akan ulangan atau ujian saja, teman-teman yang kebetulan seruangan denganku ketika akan ujian, mendadak baik hati, meskipun aku tahu maksud mereka mendekatiku karena ingin dapat contekan jawaban dariku, walaupun ketika ulangan atau ujian usai, mereka juga mendadak pura-pura tidak mengenaliku. Tapi aku tetap bersyukur, karena mereka masih membutuhkanku. Ketika SD hingga SMK, teman terdekat atau sahabatku hanya berjumlah dua orang, tidak lebih dan tidak kurang, tentu saja dengan orang yang berbeda. Uniknya, mereka semua memiliki karakter yang sama denganku, sama-sama kampungan.
Dua sahabat SD ku bernama Nia Sopiah dan Nisa Anisa, kami bersahabat ketika kami sama-sama belajar membaca dan menulis hingga kelas enam, karena aku melanjutkan di SMP yang berbeda dengan mereka. Setahuku mereka hanya bisa menamatkan pendidikan hingga jenjang SMP dan melanjutkan siklus kehidupan yang mau tak mau harus dijalani, yaitu menikah.
Berbeda dengan kedua sahabat SDku, kedua sahabat SMPku yang bernama Erni Nurfianty dan Aprina Situmorang, kami memiliki sifat yang berbeda, yang satu moody-an, yang satunya lagi keras kepala, sedangkan aku berada di kondisi selalu mengalah. Persahabatanku dengan Aprina tidak berlangsung lama, karena sifat keras kepalanya yang tidak bisa ditolerir lagi, berbeda dengan persahabatanku dengan Erni yang kini telah menikah dan memiliki dua anak itu masih terjaga dengan sangat baik.
Kedua sahabatku saat SMK, yaitu Nia Nurania dan Erni Nurfianty (kami satu sekolah lagi dan satu bangku pula hingga kelas tiga SMK), persahabatan kami yang paling lama, hingga kini kami masih bersahabat dengan sangat baik.
***
Kami bersahabat, karena kami sama-sama memiliki nasib yang serupa, berasal dari keluarga menengah ke bawah, sama-sama berwajah minus lima, dan sama-sama tidak ada yang sudi berteman dengan orang-orang model kami. Aku sangat berterimakasih kepada mereka yang telah sudi bersahabat denganku, merasakan indahnya lika-liku kehidupan anak sekolah, menciptakan kenangan yang terpatri di memoriku sebagai bukti bahwa aku pernah mengecap bahagia.

Terimakasih sahabat-sahabatku, doaku yang terbaik untuk kalian.....


Salam
-zieh